KAJIAN OPERATION RESEARCH DALAM BIDANG PERPUSTAKAAN

KAJIAN OPERATION RESEARCH
DALAM BIDANG PERPUSTAKAAN
Makalah ini disusun guna memenuhi mata kuliah Operation Research
Dosen pengampu: Tri Septiyantono, Drs., SIP









Disusun oleh:
Sigit Roosdy(08140038)



JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI
FAKULTAS ADAB UIN SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2010

Pendahuluan
Perkembangan teknologi dalam era globalisasi yang begitu cepat dan kompleks, salah satunya Operations Research sebagai salah satu ilmu terapan praktis yang diperlukan dalam penyelesaian suatu permasalahan yang semakin kompleks melalui pendekatan kuantitatif
Sebetulnya persoalan-persoalan optimasi sudah lama timbul semenjak adanya usaha-usaha untuk menggunakanpendekatan ilmiah (scientific approach) didalam memecahkan persoalan manajemen suatu organisasi. Namun kegiatan ang disebut Riset Operasi dimulai dikalangan militer dalam permulaan perand dunia kedua. Dirasakan adanya kebutuhan yang mendesak, karena perang, untuk mengalokasikan sumber-sumber atau input yang terbatas guna melayani berbagai operasi militer dan kegiatan-kegiatan didalam setiap operasi secara efisien dan efektif. Oleh karena itu manajemen militer diinggris dan kemuduan diAmerica memanggil sejumlah ilmuan dari berbagai bidang keahlian(ahli ekonomi dan ilmu social lainnya, ahli manajemen , ahli matematika, ahli statistika, ahli strategi militer) untuk bekerja melalui suatu tim dengan tujuan untuk menerapkan pendekatan ilmiah guna memecahkan permasalahan-permasalahan strategi dan taktis militer. Dengan perkataan lan, mereka 9dalam tim) harus melakukan riset didala operasi militer. Itulah sebabnya teknik yang dipergunakan oleh suatu tim untuk memecahkan suatu persoalan operasi milter guna mengalokasikan sumber-sumber yang serba terbatas untuk melayani berbagai aktivitas secara efisien dan efektif agar diperoleh hasil operasi yang optimum disebut riset operasi atau disingkat RO(operation research dengan singkatan OR). Sumber atau input yang dimaksudkan disini antara lain jumlah anggota militer, jumlah senjata, peluru, jumlah alat transport, dan tidak kalahnya masalah biaya.
Dalam kehidupan sehari-hari kata antrian yang dalam bahasa inggris disebut queuing atau waiting line sangat sering kita jumpai, sebab memang kita lakukan bilamana kita menunggu giliran untuk menerima pelayanan(services).
Pengertian
Morse dan Kimball “ Operations research merupakan metode ilmiah yang memungkinkan para manajer mengambil keputusan mengenai kegiatan yang mereka tangani dengan dasar kuantitatif ”.
Churchman, Arkoff dan Arnoff “ Operations research merupakan aplikasi metode-metode, tehnik-tehnik dan peralatan-peralatan ilmiah dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul didalam operasi perusahaan dengan tujuan ditemukannya pemecahan yang optimum masalah-masalah tersebut ”.
Miller dan MK Starr “ Operations research merupakan peralatan managemen yang menyatukan ilmu pengetahuan, matematika, dan logika dalam kerangka pemecahan masalah yang dihadapi sehari-hari, sehingga permasalahan tersebut bisa diselesaikan secara optimal ”.
OR Society Of Great Britany “ Operations research adalah penerapan-penerapan metode ilmiah terhadap masalah-masalah rumit yang muncul dalam pengarahan dan pengelolaan dari suatu sistem besar manusia, mesin, bahan dan uang dalam industri, bisnis, pemerintah, dan pertahanan ”.
Permasalahan
Pelayanan didalam perpustakaan merupakan suatu hal yang sangat penting yang tidak dapat dipisahkan dari peran dan fungsi perpustakaan sebagai lembaga penyedia informasi yang tepat, cepat, dan akurat terhadap para pengguna jasa perpustakaan. Akan tetapi kadang-kadang masalah pelayanan merupakan hal yang sangat sulit untuk diuoptimalkan diperpustakaan. Seiring dengan perkembangan ilmu Operation research, disini penulis akan menciba membaha tentang kualitas pelayanan yang baik menurut metode pembelajaran operation research atau reset operation.
C. Pemanfaatan Riset Operasi pada Dunia Perpustakaan
1. Persoalan Antrian (Queueing or waiting line problem)
Kegiatan antri timbul karena jumlah fasilitas pelayanan jasa lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah orang yang memerlukan pelayanan bersangkutan. Masalah yang berkaitan dengan antre adalah waktu menunggu dan paanjang antrean. Khususnya masalah waktu menunggu tentunya harus jangan sampai terlalu lama, agar tidak boros waktu dan melelahkan. Sedangkan masalah panjang antrean berkaitan dengan tempat (space) untuk menunggu.
Disadari atau tidak tampaknya masalah antri merupakan bagian yang tidak dapat dihindarkan dari kehidupan manusia masa kini. Antri adalah berdiri berderet dalam suatu barisan memanjang dari depan ke belakang. Disiplin yang harus ditaati oleh para peserta antri tersebut adalah bahwa orang yang datang lebih dahulu akan memperoleh pelayanan lebih dahulu. Artinya, yang belakangan datang tidak boleh menyerobot dan mendahului yang didepannya.
Jenis Antrian
1) Jalur Tunggal, satu tahap pelayanan. Pelayanan hanya dilakukan satu kali tahapan dan hanya dilayani satu orang petugas
2) Jalur Tunggal, beberapa tahap pelayanan. Tahapan pelayanan di perpustakaan misalnya: pemustaka menulis buku apa yang akan di pinjam pada sebuah kertas, kemudian antri untuk diserahkan pada pustakawan setelah itu antri untuk memberi stampel.
3) Jalur ganda, satu tahap pelayanan. Terdapat beberapa pustakwan yang melayani pemustaka lebih dari satu.
4) Jalur ganda, beberapa tahap pelayanan bertahap ganda. Bentuk antrian yang mempunyai beberapa fasilitas pelayanan, namun masing-masing mempunyai beberapa tahap pelayanan ganda.
2. Persoalan Inventori
Mengenai masalah penyediaan buku/ non buku (koleksi pustaka) dalam jumlah dan waktu yang tepat sesuai dengan permintaan. Perpustakaan biasanya sering mengalami kendala dalam proses pengelolaan inventarisasi, katalogisasi dan klasifikasi, penyampulan, dan penyebaran informasinya kepada pemustaka.
Fungsi riset operasi dalam masalah inventori di perpustakaan adalah mengatur strategi dalam jangka waktu berapa lama untuk menyelesaikan sejumlah buku. Strateginya harus memakai beberapa tenaga untuk menyelesaikan kegiatan tersebut sehingga waktu yang telah ditentukan untuk menyelesaikannya sesuai rencana.
3. Persoalan Network Planning atau PERT
PERT merupakan singkatan Program Evaluation and Review Technique. PERT merupakan metode untuk mempercepat waktu penyelesaian suatu proyek atau paling tidak selesai tepat pada waktunya. Jadi merupakan metode untuk penjadwalan (scheduling) dan penganggaran (budgeting) berbagai sumber (resources), antara lain waktu, tenaga, dan biaya guna mencapai suatu pekerjaan (job), misalnya proyek dapat selesai pada waktu yang telah ditentukan dengan jadwal.
Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas. Sebuah perpustakaan sering mengalami kendala dalam penyelesaian suatu proyek selesai tepat pada waktunya.
Anggaran adalah hal yang sensitive dalam suatu proyek. Perpustakaan harus bisa mengatur strategi dengan uang yang di miliki harus mendapatkan berapa jumlah koleksi, dengan cara apa untuk membeli agar bisa mendapatakan koleksi sebanyak-banyaknya dengan budget yang tidak terlalu besar namun berkualitas dan sesuai permintaan pengguna atau setidaknya sesuai dengan jenis perpustakaan.
Untuk penyelesaian proyek tepat dengan waktu yang telah ditentukan membutuhakan berapa tenaga untuk melakukannya. Pembagian tugasnya juga harus ditentukan sesuai keahlian masing-masing tenaga supaya pekerjaan lebih cepat diselesaikan.
Walaupun tidak ada pedoman yang sama berlaku untuk setiap persoalan. Namun pada umumnya tahapan-tahapan dalam penerapan RO untuk memecahkan persoalan adalah sebagai berikut:
1. Merumuskan atau menganalisis persoalan sehinnga jelas tujuan yang akan dicapai (objectives)
2. Pembentukan model matematika untuk mencerminkan persoalan-persoalan yang akan dipecahkan. Biasanya model dinyatakan dalam bentuk persamaan yang menggambarkan hubungan antara input atau output serta tujuan yang akan dicapai dalam bentuk fungsi objektif (objective function).
3. Mencari pemecahan dari model yang telah dibuat dalam tahap sebelumny, misalnya dengan menggunakan metode simpleks.
4. Menguji model dan hasil pencarian dari penggunaan model. Sering juga disebut melakukan validasi. Harus ada mekanisme untuk mengontrol pemecahan, misalnya dengan menggunakan criteria tertentu.
5. Implementasi hsil pemecahan.
Dengan 5 (lima) model diatas, penulis akan mencoba menggambarkan skema pelayanan yang dapat dijadikan sebagai acuan dilembaga perpustakaan :


Contoh skemanya sebagai berikut ;


Skema system antrian
Asumsi yang sering dipergunakan ialah bahwa kedatangan mengikuti proses poisson artinya banyaknya langganan yang dating untuk memperoleh pelayanan samapi pada waktu tertentu mengikutu distribusu poisson.
Disiplin pelayanan merupakan urutan dimana anggota dalam layanan . Mekanisme pelayanan terdirio dari satu atau lebih fasilitas spelayanan. Masing-masing fasilitas mempunyai satu atau lebih saluran pelayanan yang disebur server.
Kesimpulan
Operations research merupakan peralatan managemen yang menyatukan ilmu pengetahuan, matematika, dan logika dalam kerangka pemecahan masalah yang dihadapi sehari-hari, sehingga permasalahan tersebut bisa diselesaikan secara optimal ”







Daftar Pustaka
Prawira sentano, suyadi. Riset Operasi dan Ekonofisika, Jakarta Bumi Aksara.
Supranto, 1998 Riset Operasi : Untuk pengembalian Keputusan, Jakarta : Bumi Universitas Indonesia
Hiller, Frederick S. 1990 Pengantar riset operasi , Jakarta Erlangga.

0 Response to "KAJIAN OPERATION RESEARCH DALAM BIDANG PERPUSTAKAAN"

Poskan Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme